Percayalah sesuatu akan terjadi, Yakinlah sesuatu akan membuat hidupmu lebih bermakna apabila kamu berusaha ;)

W E L C O M E

Minggu, 25 Maret 2012

Kasih Tak Sampai ~

dear Kasih Tak Sampai-ku, apa kabar kau disana? apakah kau baik-baik saja? apakah kau masih dengan senyum manismu disana? apakah kau masih dengan canda tawamu seperti dulu?  Sengaja kali ini aku tulis tentangmu diblogku ini. ya, karena aku sejenak teringat tentangmu. aku merindukan keadaan dulu, disaat aku benar-benar menyayangimu meski tak sebaliknya. aku terlalu membenci keadaan sekarang. aku benci karena kau baru hadir disaat aku tak berharap sedikitpun denganmu. disaat rasa yang kupunya dahulu telah lenyap tanpa sisa. kau tau? betapa dahulu aku sangat mengharapkanmu. tapi kau? kau diam. kau membisu. kau seolah tak memahami, kau seolah tak peduli bahwa kaulah orang yang aku tuju. senyumanku, ya hanya untuk mu. tapi itu dulu. dulu sebelum semua rasa terbakar musnah. sebelum hati terasa sakit karena ulahmu. 
dear kamu yg disana, maafkan aku. Maafkan aku bila aku tak dapat membalas cintamu kali ini. Karena ini terlalu sulit untukku. Terlalu menyesakkan hati. Aku sedikit kecewa kedatanganmu yang kesekian kalinya. Tlah ada seseorang yang menggantikan posisimu dihati. Aku tau, aku tlah menyia-nyiakan kau yang menyayangiku. Tapi ini tidak semudah yang kau pikiran, hanya dengan aku ucapkan kata ‘ya’ lalu aku menerima cintamu, tidak sayang, tidak semudah itu. aku memang bodoh. Tapi kau? Kau lebih bodoh wahai Kasih Tak Sampai-ku. 
dear kamu yg semalam masih sempat bertukar pesan denganku hingga larut malam. Ingatkah awal kita bertemu? Ingatkah perisitwa sore itu sekitar 2 tahun yang lalu? Disaat acara Obade penurunan Bendera Merah Putih acara 17 Agustus dilapangan itu? kau yang baris disampingku? Ya, itu kamu. Pertemuan itu berlanjut dijejaring sosial. Setiap kali aku online, kau sering kali menyapa. Ya, aku akui, rasa yang berbeda pun tlah muncul dengan perlahan. Tapi, kau terlambat sayang. Aku tlah berdua dengannya saat itu karena aku terlalu bosan menunggumu yang tak kunjung memberi respon. Dan sekarang aku tlah berpisah dengannya. Tapi kau? Kau tetap menantiku. Oh kasih tak sampai-ku. Betapa sabarnya hati milikmu itu. tidakah kau letih menantiku? Tapi tetap saja, aku tidak bisa bersamamu. Entah kenapa hatiku lebih berpihak pada seseorang disana. Mungkin kau berpikir, begitu kejamnya aku. Tapi inilah aku. Hati yang tak mungkin ku pungkiri. Maafkan aku yang tak bisa memilihmu, wahai kasih tak sampai-ku, percaya tuhan telah menyiapkan seseorang yang lebih dariku J

4 komentar:

  1. ehm..ehm ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)
    kata yg disana iyaa, gpp kita tetep temen kan?? *modus* °~=))••°wk.wk.wk°••=))~°

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. apa ya? kasi tau ga yaa?? hhaha :p

      Hapus